Geologi Karang Sambung
Kebumen adalah sebuah kabupaten yang
terletak di Jawa Tengah, Indonesia. Batas wilayah Kabupaten Kebumen di
sebelah selatan tiada yang lain selain Samudera Hindia. Terletak
berbatasan langsung dengan samudera Hindia berarti berada sangat dekat
di zona subduksi dan zona pertemuan lempeng Eurasia dan lempeng
Indo-Australia, maka jika menjelajahi Kebumen akan banyak sekali ditemui
pesona alam karena pertemuan lempeng tersebut. Di Kebumen terdapat
lokasi yang sangat terkenal bagi pecinta studi geologi yaitu
Karangsambung.
Batu-batuan yang berada di wilayah
Karangsambung bukan batuan biasa atau batuan hasil lemparan material
pegunungan. Batu-batuan yang tersebut merupakan batuan hasil pertemuan
samudra dan benua yang diprediksi para geolog sekitar 65-120 juta tahun
lalu. Salah satu kekayaan utama cagar alam geologi ini adalah batuan
metamorf sekis mika di Kali Brengkok. Batu tersebut adalah batuan
mineral mika yang berkilau kala tertimpa sinar matahari. Batuan tertua
ini tersingkap dan menjadi pembentuk fondasi Pulau Jawa. Pengukuran
dengan radioaktif menunjukkan batuan ini berumur 121 juta tahun, dari
zaman kapur. Batuan alas Pulau Jawa ini memiliki nilai ilmiah tinggi
karena membuktikan bahwa sejak zaman itu telah terjadi tumbukan lempeng
samudra dengan lempeng benua di kawasan Karangsambung. Batuan ini
berasal dari pasir yang mengandung mineral asam dari lempeng benua yang
masuk ke zona subduksi dan berubah jadi sekis mika. Fenomena tersebut
memberi fakta kuat bahwa dahulu Karangsambung adalah dasar samudra yang
terangkat oleh proses geologi.

Salah satu bukti dari peristiwa alam
tersebut adalah daerah Luk Ula. Sebuah sungai di Kabupaten Kebumen yang
dimulai dari kecamatan Karangsambung menuju ke selatan hingga bermuara
di samudra Hindia. Sungai Luk Ula pada awalnya merupakan sungai bawah
laut, terbentuk pada masa pratersier tertua diperkirakan telah berumur
sekitar 117 juta tahun.

Bukti geologisnya berupa batuan-batuan
kuno di Karangsambung sebagai hasil evolusi bumi. Antara lain batuan
Rijang dan batuan Lempung Merah Gamping. Secara teori, kedua batuan
tersebut hanya bisa di temui di dasar lautan dalam. Terdapat pula batuan
Basalt Karangsambung yang merupakan batuan beku yang berasal dari
letusan gunung berapi dasar laut. Karangsambung yang hingga kini
terkenal sebagai daerah penambangan pasir dahulunya merupakan gunung api
purba dasar laut sebelum masa pratersier. Ada juga batuan Sepentinite
yang merupakan batuan malihan dari perut bumi di bawah lantai samudra.
